Bayangkan dua pancake berbulu, berwarna cokelat keemasan yang dengan lembut men挟pit lapisan pasta kacang merah yang halus dan manis – inilah "Dorayaki" (どら焼き), kue Jepang yang dicintai (wagashi). Penampilannya yang menawan, sering disamakan dengan bulan purnama kecil, menawarkan pengalaman yang menyenangkan: aroma harum pancake berpadu dengan manisnya anko (pasta kacang merah manis) yang dalam dan bernuansa, menciptakan cita rasa lembut yang pasti akan membuat Anda tersenyum. Ini adalah camilan yang disukai oleh semua generasi di seluruh Jepang, benar-benar sebuah "camilan nasional."
Asal Usul Nama dan Awal yang Legendaris
Kata "dora" dalam Dorayaki merujuk pada "dora" (銅鑼), sejenis gong perunggu yang digunakan dalam ritual Buddha dan seni pertunjukan tradisional. Kue ini dikatakan mendapat namanya karena kemiripannya dengan instrumen berbentuk cakram ini. Ada juga legenda romantis yang menceritakan tentang Benkei, seorang biksu pejuang setia pengikut samurai terkenal Minamoto no Yoshitsune, yang menggunakan gong untuk memanggang pancake saat berlindung di sebuah rumah pribadi.
Kemudian, pada periode Edo (1603-1868), muncul kue yang disebut "Sukesoyaki", yang melibatkan pembungkusan anko dalam satu pancake. Gaya saat ini, yang menampilkan dua pancake berbulu yang men挟pit isian, ditetapkan sejak era Taisho (1912-1926). Meskipun kemungkinan dipengaruhi oleh hotcake Barat, Dorayaki mengukir tempatnya sebagai kue Jepang klasik melalui manisnya wagashi yang khas dan halus serta keahlian teliti para pembuatnya.
Kerabat Dekat: Hubungan dengan "Mikasa"
Di wilayah Kansai (sekitar Osaka dan Kyoto), Dorayaki sering disebut "Mikasa" (三笠). Nama ini berasal dari kemiripannya dengan Gunung Mikasa yang indah dan landai di Prefektur Nara. Bentuknya yang lembut dan bulat menjadi simbol harmoni dan kedamaian, menjadikannya bentuk yang dicintai banyak orang.
Variasi Beragam dan Dorayaki Modern
Daya tarik Dorayaki jauh melampaui isian tsubu-an klasik (pasta kacang merah manis yang kasar). Dalam beberapa tahun terakhir, telah muncul berbagai rasa edisi terbatas musiman dan kolaborasi dengan bahan-bahan regional yang menyenangkan. Anda mungkin menemukan Dorayaki berisi pasta kastanye (kuri-an), ubi jalar, krim matcha, pasta kacang putih (shiro-an) dengan aksen jeruk yuzu, atau bahkan versi hibrida yang menggabungkan krim kocok segar. Kreativitasnya tidak berhenti di situ, dengan beberapa isian petualang yang menyerupai dessert Barat, seperti persik, melon, atau bahkan rasa ramune (soda Jepang)!
Evolusi ini tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Tidak hanya pengrajin wagashi tradisional, tetapi juga koki kue dan toko roti terus berinovasi, menciptakan versi baru Dorayaki yang menarik. Ini benar-benar camilan di mana tradisi dan inovasi hidup berdampingan dengan indah.
Resep ini mengilustrasikan cara mudah membuat Dorayaki autentik di rumah menggunakan campuran pancake.

120 menit

Yoshiro Takahashi
PROFIL
BAHAN-BAHAN
PORSI 2
Resep asli (1X) menghasilkan 2 porsi
Saat mengubah skala resep, perbandingan beberapa bahan mungkin perlu sedikit disesuaikan. Sesuaikan seperlunya dan cicipi rasanya.
- 300ml campuran pancake
- 85ml susu
- 227g kacang merah Jepang kering (azuki)
- 300ml gula
- 2.5ml garam
- 2040ml air
- A1 telur
- A30ml madu
- A15ml gula
CARA MEMASAK
- 1
〜Pasta Kacang Merah Manis 1〜
Bilas kacang merah kering dalam saringan secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran. Masukkan kacang merah ke dalam panci dengan air 4 kali beratnya (resep ini menggunakan 1/2 pon kacang = 4 1/4 cangkir air) dan didihkan.
- 2
Kecilkan api dan masak dengan api kecil selama 10 hingga 15 menit, sambil menyendok busa yang terbentuk di permukaan. Angkat dari api, tiriskan airnya dengan saringan, dan bilas kacangnya. (Langkah ini hanya menghilangkan rasa pahit kacang, sehingga masih akan keras. Langkah berikutnya akan memasak kacang hingga lunak.)

- 3
Kembalikan kacang merah ke dalam panci dan tambahkan 4 1/4 cangkir air bersih, lalu didihkan untuk kedua kalinya. Kecilkan api dan masak dengan api kecil selama 30 hingga 45 menit, sesekali menghilangkan buih. (Jika terlalu banyak air yang menguap dan setengah kacang terekspos, tambahkan sedikit air sesuai kebutuhan untuk menjaganya tetap mendidih.) Lanjutkan memasak hingga satu kacang cukup lunak untuk dihancurkan di antara 2 jari dengan sedikit tekanan.

- 4
〜Pasta Kacang Merah Manis 3〜
Angkat dari api dan tambahkan setengah gula sekaligus dan aduk ke dalam kacang hingga larut. Setelah larut merata, kembalikan ke kompor dan masak dengan api kecil selama 30 menit lagi.Keamanan MemasakPenambahan gula akan membuat bagian bawah mudah gosong, jadi pastikan untuk memperhatikan panci dengan seksama. Aduk sesekali, pastikan untuk mengaduk hingga ke dasar panci.

- 5
〜Pasta Kacang Merah Manis 4〜
Setelah sebagian besar air menguap dan campuran mengental, tambahkan garam dan aduk ke dalam kacang. Matikan api dan biarkan pasta kacang merah manis dingin di dalam panci atau sendokkan ke atas nampan yang dilapisi plastik wrap untuk didinginkan.
- 6
〜Pancake bagian 1〜
Kocok telur, madu, dan gula secara menyeluruh dalam mangkuk pencampur, biarkan berbusa dan mengembang. Tambahkan susu dan aduk bersama. Tambahkan campuran pancake dan aduk hingga bahan kering tercampur sepenuhnya. - 7
〜Pancake bagian 2〜
Panaskan wajan di atas kompor, lalu angkat dari api dan letakkan di atas kain lap basah untuk mendinginkan bagian bawah wajan. Ini memastikan wajan akan dipanaskan secara merata dan mencegah pemanggangan yang tidak merata. Kembalikan wajan ke kompor. - 8
〜Pancake bagian 3〜
Sendokkan setengah sendok sayur adonan ke dalam wajan (kira-kira lingkaran 3-4 inci) dan masak dengan api kecil. Setelah gelembung terbentuk di permukaan, balik dan masak dengan api kecil selama 30 detik hingga 1 menit lagi.
- 9
Angkat dari wajan dan letakkan di piring untuk didinginkan sepenuhnya. (Jika menggunakan wajan teflon, tidak perlu minyak. Jika Anda khawatir pancake akan lengket, olesi wajan dengan sedikit minyak goreng.) Lanjutkan membuat pancake dengan sisa adonan.
- 10
〜Sentuhan akhir〜
Oleskan pasta kacang merah manis di antara 2 pancake untuk membuat Dora cake. (Buah atau potongan mentega tawar juga bisa ditambahkan sesuai selera.)
ID Resep
76
Tips & Catatan
Aroma harum pancake dan manisnya pasta kacang merah yang lembut membuat Dora cake menjadi camilan dan hadiah yang disukai banyak orang.
・Resep ini menggunakan campuran pancake untuk menyederhanakan prosesnya.
・Resep ini menjelaskan cara membuat pasta kacang merah manis dari awal, tetapi di Jepang pasta kacang merah siap pakai juga dijual dalam kaleng.
・Menggunakan pasta kacang merah kalengan sangat menyederhanakan resep, memungkinkan Anda menikmati Dora cake dalam waktu singkat! Sisa pasta kacang merah juga bisa dibekukan dan digunakan nanti.
・Bayi di bawah 1 tahun tidak boleh mengonsumsi madu karena risiko botulisme.
PENILAIAN SAYA
Daftar atau masuk gratis untuk mengirimkan ulasan Anda!
MULAIULASAN

101
…
Sangat layak untuk dibuat!
Sangat lezat!
Pasta kacang merah manis buatan sendiri ini benar-benar lezat! Keseimbangan antara rasa manis dan asin sangat sempurna. Membutuhkan waktu, tetapi sangat sepadan untuk dibuat.
Born in 1988 in Kawasaki, Kanagawa Prefecture, I was inspired by my father, a traditional Japanese chef, and learned cooking fundamentals early at my family’s restaurant. After graduating from Senshu University’s Faculty of Law, I worked in sales at Nippon Shokken Co., Ltd., then as a restaurant manager, before completing a professional food coordinator program and starting my career as an independent culinary expert. I hold nine food-related qualifications, including Professional Chef’s License, Sake Sommelier (Kikisake-shi), Certified Sommelier (ANSA), and Vegetable Sommelier, and was the youngest to earn the advanced title of Certified Lecturer in Sake Studies. While rooted in Japanese cuisine that highlights natural flavors, my repertoire spans ethnic, Italian, and organic dishes. In 2015, I joined a project by Japan’s Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries and JICA, promoting Japanese cuisine domestically and in countries such as France, Paraguay, Bangladesh, and Serbia. A passionate triathlete, I have achieved top finishes in domestic competitions, won my age group at the 2018 Tomonoura Triathlon, and represented Japan at the Age Group World Championships in Australia (2018) and Switzerland (2019). Known as “the running chef,” I collaborate with sports brands and health media, advocating the integration of food, health, and sports. Since 2020, I have served as Official Athlete Food Coach for the Japan Para Table Tennis National Team, supporting athletes’ nutrition. In 2022, I became a father and now balance parenthood with my culinary and athletic careers.