Tentang Kakiage
Kakiage adalah jenis tempura Jepang yang dibuat dengan mencampurkan potongan kecil sayuran, makanan laut, atau bahan lainnya ke dalam adonan ringan berbahan dasar tepung, lalu digoreng hingga berwarna keemasan dan renyah. Perpaduan cita rasa yang kuat dan tekstur yang renyah menjadikan kakiage sebagai topping populer untuk mie udon dan soba, tambahan lezat untuk semangkuk nasi, atau bahkan camilan memuaskan untuk dinikmati bersama minuman.
Nama kakiage berasal dari istilah Jepang "kaki-mazeru" (mencampur bersama) dan "age" (menggoreng). Meskipun hidangan serupa sudah ada sejak periode Edo (1603–1868), versi yang kita nikmati saat ini diyakini terbentuk pada era Meiji. Kakiage juga diyakini berasal dari cara cerdas untuk menghabiskan sisa sayuran dan makanan laut.
Yang membuat kakiage istimewa adalah kesederhanaan dan fleksibilitasnya. Ini adalah cara yang bagus untuk mengubah sisa bahan di kulkas menjadi sesuatu yang lezat, sehingga menjadikannya hidangan pokok di banyak rumah tangga Jepang. Dengan mengganti bahan-bahannya, Anda dapat menciptakan variasi yang tak terbatas—masing-masing dengan cita rasa dan karakter uniknya sendiri.

Yoshiro Takahashi
PROFIL
BAHAN-BAHAN
PORSI 2
6 bulatan berdiameter 3 inci
Resep asli (1X) menghasilkan 2 porsi
Saat mengubah skala resep, perbandingan beberapa bahan mungkin perlu sedikit disesuaikan. Sesuaikan seperlunya dan cicipi rasanya.
- 1/2 bawang bombay ukuran sedang (diiris)
- 1/2 wortel (dikupas)
- 13 tbsp. tepung kue
- minyak goreng (secukupnya) (cukup untuk mengisi wajan sedalam 1 inci)
- sejumput garam dan garam untuk penyajian
- A1/2 cup air dingin
- A1 kuning telur
CARA MEMASAK
- 1
Tuangkan minyak goreng ke dalam wajan hingga mencapai kedalaman sekitar 1 inci. Panaskan minyak dengan api sedang hingga sedang-tinggi sampai mencapai suhu 340°F.
- 2
Iris tipis bawang bombay dan potong wortel menjadi julienne. Campur bersama dalam mangkuk kecil.

- 3
Dalam mangkuk terpisah berukuran sedang, kocok kuning telur dan air dingin bersama dengan sumpit masak atau garpu. Masukkan tepung sedikit demi sedikit hingga semua gumpalan hilang. Tambahkan wortel dan bawang bombay, lalu aduk hingga adonan merata menutupi sayuran.

- 4
Setelah minyak mencapai 340°F, tuangkan adonan ke dalam minyak dan bentuk kue berdiameter 3 inci. Bentuk kue dengan lembut, dorong kembali dengan ringan jika mulai menyebar.
Biarkan kue digoreng selama satu menit, lalu balik dan goreng selama satu menit lagi di sisi lainnya. Angkat kue tempura satu per satu dan letakkan di rak pendingin untuk menghilangkan kelebihan minyak. Taburi sedikit garam dan sajikan, gunakan kertas tempura jika tersedia. Sajikan dengan piring kecil berisi garam.
ID Resep
27
Tips & Catatan
Sayuran yang digunakan dalam resep ini adalah variasi paling umum dari tempura sayuran campur, tetapi crown daisy atau mustard herba (mizuna) juga sering ditambahkan untuk meningkatkan aroma hidangan.
Sayuran musiman, udang, dan kerang juga merupakan tambahan yang populer. Daging atau unggas hampir tidak pernah ditambahkan ke tempura.
・Menggunakan air hangat akan membuat tepung menjadi lengket; gunakan air yang sangat dingin dan jauhkan adonan dari tempat yang hangat untuk mendapatkan tempura yang sempurna dan renyah.
・Ketika adonan menyentuh minyak, adonan akan mulai menyebar dengan cepat, tetapi tidak perlu segera mendorong kembali kue-kue tersebut.
Membentuk kue tempura secara perlahan seolah-olah Anda mengipaskan udara ke dalamnya akan menghasilkan kue yang mempertahankan kerenyahannya lebih lama.
PENILAIAN SAYA
Daftar atau masuk gratis untuk mengirimkan ulasan Anda!
MULAIULASAN
Jadilah yang pertama mengulas!

Born in 1988 in Kawasaki, Kanagawa Prefecture, I was inspired by my father, a traditional Japanese chef, and learned cooking fundamentals early at my family’s restaurant. After graduating from Senshu University’s Faculty of Law, I worked in sales at Nippon Shokken Co., Ltd., then as a restaurant manager, before completing a professional food coordinator program and starting my career as an independent culinary expert. I hold nine food-related qualifications, including Professional Chef’s License, Sake Sommelier (Kikisake-shi), Certified Sommelier (ANSA), and Vegetable Sommelier, and was the youngest to earn the advanced title of Certified Lecturer in Sake Studies. While rooted in Japanese cuisine that highlights natural flavors, my repertoire spans ethnic, Italian, and organic dishes. In 2015, I joined a project by Japan’s Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries and JICA, promoting Japanese cuisine domestically and in countries such as France, Paraguay, Bangladesh, and Serbia. A passionate triathlete, I have achieved top finishes in domestic competitions, won my age group at the 2018 Tomonoura Triathlon, and represented Japan at the Age Group World Championships in Australia (2018) and Switzerland (2019). Known as “the running chef,” I collaborate with sports brands and health media, advocating the integration of food, health, and sports. Since 2020, I have served as Official Athlete Food Coach for the Japan Para Table Tennis National Team, supporting athletes’ nutrition. In 2022, I became a father and now balance parenthood with my culinary and athletic careers.