Tentang Saba no Misoni (Makarel yang Direbus dalam Miso)
Saba no Misoni (Makarel yang Direbus dalam Miso) adalah hidangan masakan rumahan Jepang yang digemari, menampilkan makarel yang kaya dan lembut yang direbus dalam saus berbahan dasar miso yang gurih. Miso membantu mengurangi bau kuat yang sering dikaitkan dengan makarel, menghasilkan rasa yang halus dan seimbang. Ini adalah pasangan sempurna untuk nasi putih kukus dan tetap menjadi favorit yang menghangatkan di banyak rumah tangga Jepang.
Ikan yang digunakan dalam hidangan ini, "saba" (makarel), adalah ikan punggung biru yang banyak ditangkap di perairan sekitar Jepang. Ikan ini kaya akan protein berkualitas tinggi dan asam lemak omega-3 esensial seperti DHA dan EPA. Merebus fillet bertulang tidak hanya meningkatkan umami alami tetapi juga menciptakan hidangan utama yang mengenyangkan dan memuaskan.
Saba no Misoni adalah ciri khas masakan berbahan dasar miso Jepang. Teknik merebus ikan dalam miso sudah ada sejak periode Edo, dan menjadi sangat umum di dapur rumah tangga sejak era Meiji. Miso, bumbu fermentasi, menambah kedalaman rasa dan meningkatkan nilai gizi hidangan sekaligus mencerminkan kearifan masakan Jepang yang telah teruji waktu dalam iklim yang lembap.

Yoshiro Takahashi
PROFIL
BAHAN-BAHAN
PORSI 2
Resep asli (1X) menghasilkan 2 porsi
Saat mengubah skala resep, perbandingan beberapa bahan mungkin perlu sedikit disesuaikan. Sesuaikan seperlunya dan cicipi rasanya.
- 2 fillet ikan kembung (segar lebih disukai daripada beku)
- 1 batang daun bawang
- A1/2 cup air
- A8 slices jahe mentah iris tipis
- A3 tbsp. miso
- A3 tbsp. sake masak
- A3 tbsp. anggur beras manis Jepang (mirin)
- A2 tbsp. gula
- air mendidih untuk membilas ikan kembung (secukupnya)
CARA MEMASAK
Persiapan
《Menyiapkan ikan kembung》
Fillet ikan kembung jika perlu, lalu potong setiap fillet menjadi dua secara melintang. Buat sayatan dangkal dengan jarak 1 cm di sepanjang kulit setiap potongan.
Letakkan ikan kembung di saringan dengan sisi potongan menghadap ke atas dan tuangkan air panas perlahan ke setiap potongan. Buang daging merah tua yang bernoda darah dan tepuk-tepuk kelebihan air dengan tisu dapur.
Potong daun bawang menjadi silinder sepanjang 6 cm dan buat sayatan dangkal di kedua sisi setiap 6 mm.
- 1
Tuangkan air, irisan jahe, miso putih, sake masak, anggur beras manis Jepang (mirin), dan gula ke dalam mangkuk dan aduk rata. Tuangkan campuran ke dalam panci atau wajan dan didihkan.
Letakkan ikan kembung di dalam wajan sehingga potongan tidak saling tumpang tindih, lalu tambahkan daun bawang. Letakkan tutup drop-lid langsung di atas ikan kembung dan biarkan mendidih dengan api kecil hingga sedang selama 6-8 menit. Jika tidak memiliki drop-lid, Anda bisa memotong tisu dapur sesuai ukuran wajan.
- 2
Angkat ikan kembung dan bawang dari wajan dengan hati-hati, jaga agar ikan tidak hancur, dan tata di piring. Biarkan saus yang tersisa mendidih selama 3-4 menit lagi hingga mengental, lalu tuangkan di atas ikan kembung dan bawang yang sudah ditata.

ID Resep
23
Tips & Catatan
Jahe dan daun bawang juga digunakan saat memasak ikan berdaging merah berpunggung biru untuk mengatasi bau amis khasnya.
・"Marbling" adalah langkah penting dalam mempersiapkan ikan untuk dimasak di Jepang. Tergantung pada jenis ikannya, ikan berpunggung biru berdaging merah biasanya disiapkan dengan menuangkan air panas ke atasnya untuk mengurangi bau dan menghilangkan bagian yang berdarah.
Proses marbling menghasilkan cita rasa yang lebih halus dan warna yang indah pada hidangan yang sudah jadi.
・Memasak ikan terlalu lama membuatnya lembek dan rapuh. Patuhi waktu dan suhu memasak yang tepat agar ikan tidak terlalu matang.
・Menambahkan sayuran musiman pilihan Anda dapat memberikan warna tambahan pada hidangan. Di Jepang, beberapa sayuran umum yang ditambahkan ke hidangan rebus adalah daun bawang, akar burdock, dan lobak Jepang.
・Resep ini menggunakan miso putih, tetapi miso merah juga bisa digunakan untuk variasi yang lezat. Miso merah adalah jenis miso yang paling umum digunakan di Nagoya.
PENILAIAN SAYA
Daftar atau masuk gratis untuk mengirimkan ulasan Anda!
MULAIULASAN
Jadilah yang pertama mengulas!

Born in 1988 in Kawasaki, Kanagawa Prefecture, I was inspired by my father, a traditional Japanese chef, and learned cooking fundamentals early at my family’s restaurant. After graduating from Senshu University’s Faculty of Law, I worked in sales at Nippon Shokken Co., Ltd., then as a restaurant manager, before completing a professional food coordinator program and starting my career as an independent culinary expert. I hold nine food-related qualifications, including Professional Chef’s License, Sake Sommelier (Kikisake-shi), Certified Sommelier (ANSA), and Vegetable Sommelier, and was the youngest to earn the advanced title of Certified Lecturer in Sake Studies. While rooted in Japanese cuisine that highlights natural flavors, my repertoire spans ethnic, Italian, and organic dishes. In 2015, I joined a project by Japan’s Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries and JICA, promoting Japanese cuisine domestically and in countries such as France, Paraguay, Bangladesh, and Serbia. A passionate triathlete, I have achieved top finishes in domestic competitions, won my age group at the 2018 Tomonoura Triathlon, and represented Japan at the Age Group World Championships in Australia (2018) and Switzerland (2019). Known as “the running chef,” I collaborate with sports brands and health media, advocating the integration of food, health, and sports. Since 2020, I have served as Official Athlete Food Coach for the Japan Para Table Tennis National Team, supporting athletes’ nutrition. In 2022, I became a father and now balance parenthood with my culinary and athletic careers.