Tentang Ponzu
Kata "ponzu" sebenarnya berasal dari kata Belanda pons, yang berarti minuman berbahan dasar jeruk yang menyebar melalui Hindia Timur pada abad ke-17. Di Jepang, minuman ini diadaptasi menjadi bumbu jeruk dan catatan menunjukkan bahwa minuman ini sudah digunakan dalam memasak pada periode Edo. Kemudian, pada era Showa, penambahan kecap asin menciptakan ponzu shoyu modern; keseimbangan antara keasaman yang cerah dan kedalaman gurih telah menjadikannya bahan pokok rumah tangga.
Dalam masakan Jepang, ponzu sangat diperlukan untuk hidangan hot pot seperti Yudofu, Shabu-shabu, dan Mizutaki. Ini juga banyak digunakan sebagai saus celup untuk ikan bakar, pangsit, daging babi dingin, dan ayam kukus. Sering dipadukan dengan daikon parut, daun bawang, atau serpihan cabai, ponzu menonjolkan bahan-bahan musiman sambil menjaga cita rasa tetap ringan dan menyegarkan.
Saat ini, rasa asam jeruk dari ponzu sangat cocok dengan tren makan sehat modern, membantu meringankan hidangan berlemak sekaligus mengurangi kelebihan minyak dan garam. Ponzu telah menjadi bumbu serbaguna tidak hanya dalam masakan Jepang tetapi juga dalam salad dan bahkan hidangan bergaya Barat—menampilkan tradisi unik Jepang dalam menggunakan cita rasa asam dalam memasak.
Resep ini adalah tumisan cepat di wajan: terong dan perut babi yang diiris tipis, ditaburi daikon parut dan saus ponzu secara melimpah. Merendam terong sebentar dalam air asin mencegahnya menyerap terlalu banyak minyak dan memungkinkannya menyerap cita rasa daging babi dalam jumlah yang tepat.

10 menit
tidak termasuk waktu perendaman

Chiori
PROFIL
BAHAN-BAHAN
PORSI 2
Resep asli (1X) menghasilkan 2 porsi
Saat mengubah skala resep, perbandingan beberapa bahan mungkin perlu sedikit disesuaikan. Sesuaikan seperlunya dan cicipi rasanya.
- 3 terong, diiris diagonal
- 5 oz perut babi yang diiris tipis
- 1 tbsp. minyak wijen
- 2 cup air
- 1 tsp. garam (untuk merendam terong)
- A1/4 tsp. garam
- A1/4 tsp. gula
- A1/5 lobak daikon parut dan sedikit ditiriskan
- B2 tbsp. ponzu
- B1 tbsp. kaldu mie pekat (mentsuyu, kekuatan 3x)
- B1 tsp. jahe parut
CARA MEMASAK
- 1
Siapkan terong: Rendam irisan terong dalam air asin selama 5 menit. Keringkan dengan kertas dapur hingga benar-benar kering.

- 2
Masak daging babi & terong: Panaskan wajan (tanpa minyak). Tambahkan irisan perut babi dan masak hingga lemak mulai meleleh. Letakkan terong di atasnya, siram dengan minyak wijen, dan masak dengan api sedang.

- 3
Ketika daging babi sudah matang sepenuhnya, pindahkan ke atas terong dan lanjutkan memasak hingga terong melunak. Dorong daging babi ke samping, taburi terong dengan bahan A (garam dan gula), aduk perlahan, lalu matikan api.

- 4
Buat saus ponzu: Dalam mangkuk, campurkan lobak daikon parut dengan bahan B (ponzu, mentsuyu, dan jahe).

- 5
Tata daging babi dan terong di piring, siram dengan banyak saus ponzu-daikon di atasnya, dan hiasi dengan daun bawang cincang jika diinginkan.

ID Resep
344
Tips & Catatan
Jangan olesi wajan saat memulai; biarkan lemak babi meleleh secara alami.
Sesuaikan jumlah ponzu sesuai selera.
Paling enak dinikmati segar. Untuk 4 porsi, gandakan resepnya—tetapi karena terong membutuhkan banyak ruang, masak secara bertahap atau goreng terong dengan minyak banyak, lalu bumbui dengan A sebelum dicampur dengan daging babi.
PENILAIAN SAYA
Daftar atau masuk gratis untuk mengirimkan ulasan Anda!
MULAIULASAN
Jadilah yang pertama mengulas!
I live in Sapporo, Hokkaido, and I’m a mother of two daughters who both love to eat. As a working mom, my realistic, everyday recipes have resonated with many, and as of May 2024, I’m grateful to have over 380,000 followers on Instagram. Thank you so much for your support! From a homemaker’s perspective, my motto is to create recipes that make families happy and help busy women. I share dishes that can be made even more delicious with just a small twist using seasonings you already have at home. Along with recipes, I also post daily tips on cooking techniques to enhance flavor and handy food storage methods that make life in the kitchen easier.