Tokyo Recipes by Nadia

Tumis Udang, Brokoli, dan Telur Lembut yang Kaya Rasa

Diposting Pada

Diperbarui Pada

Tentang Deli "Depachika"

Bagi banyak pengunjung Jepang, lantai makanan di bawah department store—depachika ("depa" dari "department store" dan "chika" yang berarti "basement")—adalah jendela yang wajib dikunjungi untuk mengenal budaya kuliner Jepang. Pasar bawah tanah ini menjual berbagai macam produk makanan, tetapi keistimewaan uniknya adalah beragamnya pilihan hidangan siap saji yang bisa Anda bawa pulang setelah seharian berbelanja. "Deli depachika" mengacu pada item yang baru dibuat dan dijual di lantai makanan department store: hidangan utama dan lauk siap makan bergaya Jepang, Barat, dan Cina, bersama bento, salad, dan gorengan. Sebagai bentuk makanan siap saji, mereka dihargai karena cita rasanya yang konsisten, penyajian yang menarik, dan fleksibilitas untuk membeli sedikit saja atau menyusun sebuah pesta!

Istilah "depachika" menyebar pada akhir 1990-an, tetapi aula makanan bawah tanah itu sendiri memiliki akar yang jauh lebih awal. Pada tahun 1922, jaringan department store terkenal Takashimaya menambahkan bahan makanan ke lantai basementnya, dan pada tahun 1936 Matsuzakaya di Nagoya membuka galeri bawah tanah berisi toko-toko ternama. Setelah Perang Dunia II, budaya memberi hadiah berkembang pesat dan barang-barang bermerek semakin populer. Pada era Heisei (1989~), inisiatif seperti pembaruan berfokus makanan dari Hanshin dan pembukaan depachika Tokyu Food Show (2000) membantu mengembangkan item deli menjadi "kualitas sehari-hari".

Mengapa basement? Depachika secara strategis ditempatkan di basement department store karena berbagai alasan. Pertama, akses langsung ke saluran air dan gas menjadikannya lokasi ideal untuk memasak dan produksi. Kedua, logistik back-of-house seperti pengiriman ke dok bongkar muat yang bising dapat ditangani di bawah tanah, agar tidak mengganggu pelanggan di tingkat jalan. Yang terpenting, lantai basement menerima banyak lalu lintas dari tamu yang menggunakan tempat parkir bawah tanah dan kereta bawah tanah. "Efek air mancur" ini—menarik kerumunan ke bawah terlebih dahulu, lalu mendorong aliran ke lantai atas—adalah ciri khas department store. Selain itu, aula makanan terkadang ditempatkan di tingkat jalan untuk menarik lalu lintas pejalan kaki dari jalan-jalan yang ramai.

Deli depachika masa kini adalah meja makan yang dikurasi: penyewa bermerek, pameran musiman dan pameran regional, festival Ekiben (kotak bento stasiun kereta), bersama konter makan di tempat, ditambah opsi pemesanan di muka, pengiriman, dan pembelian online. Dari kue Natal dan kotak makanan Osechi Tahun Baru tradisional hingga satu hidangan dalam perjalanan pulang, ini adalah toko serba ada di mana kualitas bertemu kenyamanan—itulah nilai deli depachika.

Resep ini merekonstruksi gaya bumbu tumisan yang sering terlihat di depachika.

Tumis Udang, Brokoli, dan Telur Lembut yang Kaya Rasa
Lihat lebih banyak foto (1)
WAKTU MEMASAK

10 menit

NILAI
Chiori
Artist

Chiori

I live in Sapporo, Hokkaido, and I’m a mother of two daughters who both love to eat. As a working mom, my realistic, everyday recipes have resonated with many, and as of May 2024, I’m grateful to have over 380,000 followers on Instagram. Thank you so much for your support! From a homemaker’s perspective, my motto is to create recipes that make families happy and help busy women. I share dishes that can be made even more delicious with just a small twist using seasonings you already have at home. Along with recipes, I also post daily tips on cooking techniques to enhance flavor and handy food storage methods that make life in the kitchen easier.

PROFIL

BAHAN-BAHAN

PORSI 2

Resep asli (1X) menghasilkan 2 porsi

Saat mengubah skala resep, perbandingan beberapa bahan mungkin perlu sedikit disesuaikan. Sesuaikan seperlunya dan cicipi rasanya.

  • 12 udang vannamei, dikupas dan dibersihkan
  • 1/2 brokoli
  • 2 telur, dikocok
  • 1 tsp. tepung kentang (untuk taburan; tepung maizena juga bisa)
  • 2 tsp. minyak netral
  • 1 tsp. sake
  • 1/2 tsp. kaldu ayam bubuk/granul
  • lada hitam, secukupnya
  • A
    1 1/2 tbsp. mayones
  • A
    2 tsp. saus tomat
  • A
    1 tsp. saus Worcestershire
  • 1 tbsp. tepung kentang (Untuk membersihkan udang)

CARA MEMASAK

  • Persiapan
    Bersihkan udang: Campur udang yang sudah dikupas/dibersihkan dengan 1 sdm tepung kentang, gosok perlahan, bilas bersih, dan keringkan sepenuhnya.
    Brokoli: Pisahkan menjadi kuntum kecil, cuci, dan—tanpa ditiriskan—masukkan ke dalam wadah yang aman untuk microwave.

  • 1

    Microwave brokoli & campur saus. Tutup wadah dan microwave pada 600 W selama 3 menit. Taburi udang dengan 1 sdt tepung kentang. Dalam mangkuk kecil, campur A (1½ sdm mayones, 2 sdt saus tomat, dan 1 sdt saus Worcestershire) untuk membuat saus akhir.

    Tumis Udang, Brokoli, dan Telur Lembut yang Kaya Rasa Process1
  • 2

    Tumis udang, bumbui brokoli. Panaskan wajan dengan 2 sdt minyak. Masukkan udang, percikkan 1 sdt sake, dan masak dengan api sedang hingga kedua sisi berubah warna. Kecilkan api, masukkan brokoli, dan taburkan hanya brokoli dengan ½ sdt kaldu ayam bubuk; tumis hingga rata.

    Tumis Udang, Brokoli, dan Telur Lembut yang Kaya Rasa Process2
  • 3

    Buat telur lembut, lalu gabungkan. Dorong bahan-bahan ke satu sisi; kembalikan api ke sedang. Tuangkan telur kocok ke ruang kosong. Saat sudah setengah matang, lipat perlahan bersama udang dan brokoli.

    Tumis Udang, Brokoli, dan Telur Lembut yang Kaya Rasa Process3
  • 4

    Selesaikan dengan saus. Matikan api, tambahkan saus A yang sudah dicampur, dan aduk dalam wajan hingga merata. Sajikan dan taburi dengan banyak lada hitam kasar jika suka.

    Tumis Udang, Brokoli, dan Telur Lembut yang Kaya Rasa Process4

ID Resep

312

Tips & Catatan

Anda bisa menggunakan udang yang sudah dikupas.
Bumbui brokoli hanya dengan kaldu ayam bubuk untuk keseimbangan rasa.
Saus Worcestershire bisa diganti dengan saus chūnō.
Jangan ragu untuk menambah jumlah mayones sesuai selera.
Bagi yang alergi kerang, scallop atau ikan putih bisa menjadi pengganti yang baik.

PENILAIAN SAYA

Daftar atau masuk gratis untuk mengirimkan ulasan Anda!

MULAI

ULASAN

Jadilah yang pertama mengulas!

TANYAKAN TENTANG RESEP INI