"Nizakana" (ikan rebus) adalah hidangan rumahan Jepang tradisional di mana ikan direbus dalam campuran dashi, kecap, sake, mirin, dan gula. Tekstur ikan yang lembut dan berserpih serta kaldunya yang kaya rasa telah digemari di meja makan Jepang selama berabad-abad.
Sejarah ikan rebus di Jepang membentang lebih dari 15.000 tahun ke belakang hingga periode Jomon.
Tembikar dari situs arkeologi di prefektur Aomori dan Fukui mengandung jejak makanan laut rebus, menunjukkan bahwa orang Jepang awal menggunakan gerabah untuk memasak ikan dengan cara yang menyerupai nizakana modern.
Faktanya, hampir 80% pot yang digali mengandung minyak ikan, menunjukkan betapa umumnya metode memasak ini.
Pada tahun 675 M, Kaisar Tenmu melarang konsumsi daging, mendorong peningkatan pola makan berbasis ikan.
Dipengaruhi oleh agama Buddha, makanan laut menjadi sumber protein utama, dan ikan rebus berkembang menjadi metode memasak yang dominan.
Selama era abad pertengahan, panci dan ketel besi menjadi tersebar luas, sehingga lebih mudah untuk merebus bahan-bahan dalam kecap dan miso.
Pada periode Kamakura, catatan menunjukkan bahwa hidangan rebus—baik ikan maupun sayuran—umum di semua kelas sosial.
Resep ini memperkenalkan ikan putih rebus klasik.
Kami menggunakan flounder di sini, tetapi ikan putih ringan apa pun sangat cocok digunakan.
Ini adalah hidangan yang wajib dibuat saat Anda mendambakan hidangan Jepang yang menghangatkan.

25 menit

Rinaty
PROFIL
BAHAN-BAHAN
PORSI 2
Resep asli (1X) menghasilkan 2 porsi
Saat mengubah skala resep, perbandingan beberapa bahan mungkin perlu sedikit disesuaikan. Sesuaikan seperlunya dan cicipi rasanya.
- 2 pieces fillet ikan putih (seperti flounder)
- air panas, secukupnya untuk perebusan awal
- 5 slices jahe segar
- A1/3 cup air
- A1/3 cup sake
- A3 tbsp. kecap asin
- A3 tbsp. mirin
- A1 tbsp. mirin
CARA MEMASAK
Persiapan
Anda bisa menggunakan ikan putih apa saja. Dalam resep ini, kami menggunakan flounder.- 1
Rebus awal ikan: Didihkan air dalam panci dan matikan api. Jika menggunakan ikan utuh yang dibelah kupu-kupu (seperti biasanya untuk flounder), masukkan ikan ke dalam panci lalu tuangkan air dingin perlahan hingga terasa hangat saat disentuh. Bilas sisa-sisa dari ikan. Untuk fillet, letakkan di nampan dangkal dan tuangkan air panas di atasnya dengan lembut, lalu bilas ringan.

- 2
Dalam wajan, campurkan bahan A (air, sake, kecap asin, mirin, dan gula) dan didihkan.

- 3
Setelah panci mendidih, tambahkan ikan dan jahe iris.

- 4
Letakkan tutup drop (atau ganti dengan kertas roti atau tisu dapur) langsung di permukaan cairan dan masak dengan api kecil selama 10–20 menit.

- 5
Untuk fillet, masak selama 10–15 menit. Untuk ikan utuh, sekitar 20 menit.

- 6
Tips mengupas jahe: Kulitnya memiliki aroma paling kuat, jadi cukup kikis bagian luar akar dengan sendok secara ringan daripada mengupasnya sepenuhnya.
- 7
Untuk ikan utuh, buat sayatan silang di satu sisi dan letakkan sisi itu menghadap ke atas dalam panci saat memasak.
ID Resep
194
Tips & Catatan
"Shimo furi" (perebusan awal) membantu mengencangkan daging dan menghilangkan bau amis.
Anda bisa mengganti dengan ikan putih apa saja.
Gunakan air sekitar 158°F (70°C) untuk flounder agar kulit tidak terkelupas saat perebusan awal.
PENILAIAN SAYA
Daftar atau masuk gratis untuk mengirimkan ulasan Anda!
MULAIULASAN
Jadilah yang pertama mengulas!
About Me I was born and raised in Fukuoka in 1995. I love discovering delicious food just as much as I love eating it! As of January 2025, I’m grateful to have around 850,000 followers on Instagram—thank you so much for your amazing support. My Recipe Philosophy Through cooking, I hope to share many moments of happiness. Whether you’re someone who cooks daily for your family despite a busy schedule, or someone who wants to prepare a delicious meal for a loved one, I want my recipes to be your go-to. I focus on recipes that are easy to make using familiar ingredients and everyday seasonings found in any home. My dishes are not so much “fancy” in flavor as they are warm, home-style meals—simple, quick, and budget-friendly. I would be delighted if my recipes could bring a small sense of warmth and joy to both those who cook and those who eat. The happiness of making something tasty, the joy of hearing “It’s delicious!”, the smiles around the dining table, and the fun of cooking together with children—these are the heartwarming little moments I hope to deliver through my cooking."