Tentang Gyudon
Gyudon, yang berarti "mangkuk daging sapi" dalam bahasa Jepang, adalah salah satu hidangan donburi (mangkuk nasi) ikonik Jepang, dibuat dengan merebus irisan tipis daging sapi dan bawang bombay dalam kaldu gurih-manis dan menyajikannya di atas nasi putih hangat. Bumbu yang sederhana namun kaya rasa—kecap asin, mirin, gula, dan dashi—telah menjadikan gyudon sebagai makanan penghibur yang dicintai selama generasi, terutama bagi orang-orang sibuk yang mencari makanan cepat dan memuaskan.
Asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke akhir periode Edo dengan diperkenalkannya gyunabe (hotpot daging sapi), hidangan yang mendapatkan popularitas di Yokohama pada tahun 1860-an ketika daging sapi menjadi lebih umum melalui pengaruh Barat. Pada era Meiji, gyunabe menyebar ke Tokyo dan berkembang menjadi hidangan yang lebih mewah dengan tambahan seperti tahu dan mie shirataki.
Gyudon muncul sebagai cabang yang lebih cepat dan lebih sederhana dari gyunabe. Pada tahun 1890-an, pasar ikan Yoshinoya di Nihonbashi mulai menyajikan gyudon, yang akhirnya mempopulerkan hidangan ini di kalangan pekerja dan pelajar dengan nama gyumeshi ("nasi daging sapi"). Ini menjadi salah satu bentuk makanan cepat saji paling awal di Jepang.
Saat ini, jaringan gyudon seperti Yoshinoya, Sukiya, dan Matsuya dapat ditemukan di seluruh Jepang—bahkan melebihi jumlah McDonald's di beberapa daerah. Kapan saja, Anda akan menemukan pelanggan yang dengan tenang menikmati mangkuk daging sapi di bawah cahaya hangat restoran-restoran ini, mencerminkan hubungan mendalam gyudon dengan kehidupan sehari-hari di Jepang.
Resep ini menghadirkan gyudon gaya tsuyudaku (dengan kaldu ekstra), sempurna untuk disiramkan di atas nasi. Rasanya kaya, seperti yang disajikan di restoran. Kami merekomendasikan menambahkan telur rebus setengah matang (onsen tamago) di tengah-tengah makan untuk cita rasa yang lezat. Hidangan yang memuaskan untuk anak-anak maupun orang dewasa.

20 menit

Rinaty
PROFIL
BAHAN-BAHAN
PORSI 2
Resep asli (1X) menghasilkan 2 porsi
Saat mengubah skala resep, perbandingan beberapa bahan mungkin perlu sedikit disesuaikan. Sesuaikan seperlunya dan cicipi rasanya.
- 10.5 oz daging sapi iris tipis (shaved beef steak) (300g)
- 1/2 bawang bombay ukuran sedang
- 4/5 cup air (200ml)
- 1 tsp. butiran dashi (mis., Hondashi)
- 1 tbsp. kecap asin
- 1 tbsp. sake
- 1 tbsp. mirin
- 1 tbsp. gula
- 1 tsp. jahe segar parut
- nasi putih matang, secukupnya
- 2 telur setengah matang (onsen tamago)
- jahe merah acar (beni shoga), opsional
CARA MEMASAK
Persiapan
Parut jahe terlebih dahulu.- 1
Potong bawang bombay menjadi irisan tipis. Dalam wajan kecil, didihkan air dan butiran dashi. Tambahkan bawang dan masak dengan api sedang selama 5 menit. Sementara itu, potong daging sapi menjadi potongan sekali gigit jika perlu.

- 2
Setelah 5 menit, tambahkan daging sapi dan buang busanya. Tambahkan kecap asin, sake, mirin, gula, dan jahe parut. Tutup dengan penutup dan masak dengan api kecil selama 10 menit.

- 3
Sendok nasi hangat yang sudah matang ke dalam mangkuk dan tambahkan daging sapi serta kaldu sebanyak yang Anda suka. Hiasi dengan jahe merah acar jika diinginkan. Sajikan telur setengah matang di sisi atau tambahkan di tengah makan untuk menikmati perubahan rasa dan tekstur.

- 4
Cara Membuat Onsen Tamago (Telur Setengah Matang)
1. Didihkan panci berisi air hingga mendidih penuh.
2. Matikan api dan turunkan telur perlahan ke dalam air panas menggunakan sendok sayur.
3. Tutup dan biarkan selama 12 menit tanpa diganggu.
4. Pecahkan telur ke dalam piring kecil untuk disajikan.
ID Resep
188
Tips & Catatan
Menambahkan telur setengah matang di tengah makan akan mengubah rasa dan membuatnya tetap menarik hingga suapan terakhir.
Hanya 3 langkah sederhana: rebus bawang selama 5 menit → tambahkan daging sapi dan buang busanya → tambahkan bumbu dan rebus selama 10 menit.
Tahan di lemari es selama 2-3 hari.
Resep ini menggunakan ukuran cangkir standar AS.
PENILAIAN SAYA
Daftar atau masuk gratis untuk mengirimkan ulasan Anda!
MULAIULASAN
Jadilah yang pertama mengulas!
About Me I was born and raised in Fukuoka in 1995. I love discovering delicious food just as much as I love eating it! As of January 2025, I’m grateful to have around 850,000 followers on Instagram—thank you so much for your amazing support. My Recipe Philosophy Through cooking, I hope to share many moments of happiness. Whether you’re someone who cooks daily for your family despite a busy schedule, or someone who wants to prepare a delicious meal for a loved one, I want my recipes to be your go-to. I focus on recipes that are easy to make using familiar ingredients and everyday seasonings found in any home. My dishes are not so much “fancy” in flavor as they are warm, home-style meals—simple, quick, and budget-friendly. I would be delighted if my recipes could bring a small sense of warmth and joy to both those who cook and those who eat. The happiness of making something tasty, the joy of hearing “It’s delicious!”, the smiles around the dining table, and the fun of cooking together with children—these are the heartwarming little moments I hope to deliver through my cooking."