"Kamu bisa membuat tonkatsu sempurna di rumah!"
Mungkin sulit untuk mengalahkan restoran spesialis kelas atas, tetapi dengan langkah-langkah yang tepat dan bahan-bahan sehari-hari, kamu bisa membuat tonkatsu bintang 5 di dapurmu sendiri.
Tonkatsu, potongan daging babi goreng ikonik dari Jepang, lahir pada akhir abad ke-19 selama kebangkitan yōshoku (masakan bergaya Barat).
Diadaptasi dari côtelette Eropa, tonkatsu berkembang menjadi salah satu makanan favorit Jepang yang paling dicintai—disajikan di mana-mana mulai dari meja keluarga hingga stasiun kereta dan restoran gourmet.
Di antara semua variasinya, tonkatsu loin babi (rosu-katsu) dikenal sebagai "raja tonkatsu". Keseimbangan sempurna antara daging tanpa lemak yang empuk dan lemak yang lezat menciptakan potongan yang kaya, juicy, dan memuaskan secara tak tertahankan.
Resep ini berfokus pada teknik—memotong serat, membumbui untuk umami, dan mengontrol suhu minyak—agar lapisan luarmu tetap renyah, keemasan, dan utuh dengan indah.

15 menit

Oneko
PROFIL
BAHAN-BAHAN
PORSI 4
Resep asli (1X) menghasilkan 4 porsi
Saat mengubah skala resep, perbandingan beberapa bahan mungkin perlu sedikit disesuaikan. Sesuaikan seperlunya dan cicipi rasanya.
- 4 Potongan daging babi loin (untuk tonkatsu)
- 1 and 1/2 cups Tepung panko segar
- Minyak sayur (untuk menggoreng)
- A1/2tsp Garam
- Aseveral shakes Lada hitam
- Aseveral shakes Ajinomoto® (bumbu umami, opsional)
- B1 Telur
- B1tbsp Sake
- B1tbsp Air
- B4tbsp Tepung terigu serbaguna
CARA MEMASAK
- 1
Melunakkan: Pukul daging babi dengan rolling pin atau palu daging untuk memecah serat otot.

- 2
Skor lemak: Buat potongan kecil di mana lemak bertemu dengan daging tanpa lemak untuk mencegah melengkung.

- 3
Bumbu: Gosok daging secara merata dengan A Garam1/2tsp、Lada hitamseveral shakes、Ajinomoto®several shakes.

- 4
Siapkan adonan: Dalam wadah dangkal, campurkan B Telur1、Sake1tbsp、Air1tbsp、Tepung terigu serbaguna4tbsp untuk membuat adonan yang halus. Sebarkan setengah panko di nampan lain.

- 5
Lapisi: Celupkan setiap cutlet ke dalam adonan, lalu letakkan di atas nampan panko.

- 6
Taburkan sisa panko di atasnya dan tekan perlahan untuk melapisi semua sisi.

- 7
Goreng pertama: Panaskan minyak hingga 160°C (320°F). Masukkan cutlet perlahan ke dalam minyak.

- 8
Goreng hingga sedikit keemasan (sekitar 1-2 menit per sisi). Angkat dan biarkan istirahat 2-3 menit.

- 9
Angkat sisa remah tepung dari minyak.

- 10
Goreng kedua: Naikkan panas hingga minyak mencapai 190°C (375°F) dan goreng lagi sekitar 30 detik untuk mendapatkan kerak yang renyah dan keemasan.
Tiriskan: Angkat cutlet sehingga hanya tepinya yang menyentuh permukaan minyak selama beberapa detik—ini membantu minyak mengalir bersih karena tegangan permukaan.
- 11
・Membekukan (sebelum menggoreng): Bungkus setiap cutlet yang sudah dilapisi tepung dengan plastik wrap, lalu masukkan ke dalam kantong freezer dan letakkan rata untuk dibekukan. Letakkan kantong plastik dalam air dingin untuk mencairkan sedikit sebelum menggoreng.
・Membekukan (setelah menggoreng): Tiriskan dengan baik, bungkus, dan bekukan. Panaskan kembali dalam oven toaster atau panggangan untuk mengembalikan kerenyahan.
ID Resep
731
Tips & Catatan
Tips untuk Tonkatsu Sempurna
・Melunakkan: Memukul daging dengan rolling pin atau palu daging melunakkan serat daging dan memastikan kematangan merata. Memotong lapisan lemak mencegah cutlet melengkung saat digoreng.
・Bumbu: Ajinomoto® menambah umami dan mengurangi bau babi—gunakan garam dan merica saja jika lebih suka.
・Panko: Gunakan panko kasar dan segar untuk tekstur renyah khas tonkatsu.
・Memotong: Iris dengan satu gerakan tegas—hindari gerakan menggergaji bolak-balik yang merusak lapisan luar.
・Tiriskan Minyak: Tegakkan tonkatsu setelah digoreng untuk mencegah menjadi lembek.
Ide Penyajian
Sajikan dengan saus Worcestershire gaya Jepang, atau coba variasi seperti lemon dan garam atau saus miso wijen.
Padukan dengan kubis parut, nasi, dan sup miso untuk pengalaman teishoku (set meal) klasik.
PENILAIAN SAYA
Daftar atau masuk gratis untuk mengirimkan ulasan Anda!
MULAIULASAN
Jadilah yang pertama mengulas!
"I’m a fun-loving chef and devoted foodie, so captivated by Hokkaido’s incredible variety of ingredients that I decided to make it my permanent home. I’ve been living here for 20 years. In spring, I forage for wild vegetables; in summer, I camp; in autumn, I hunt for mushrooms; and in winter, I ski. I’m an active explorer who chases seasonal flavors and gourmet experiences all across Hokkaido—even if it means spontaneous long-distance trips. My motto is: “If the night is fun, tomorrow will surely be even better!” I focus on creating recipes for flavorful appetizers that liven up the evening and hearty main dishes that make you want to keep reaching for more rice."